Hak Para Pemegang Saham

Hak Atas Laba
Para pemegang saham biasa berhak memperoleh laba perusahaan hanya jika dividen kas dibayarkan. Para pemegang saham memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai pasar saham liiereka, tetapi mereka secara keseluruhan tergantung pada pengumuman dividen oleh dewan komisaris yang membagikan laba perusahaan kepada mereka. Dengan demikian, kita lihat, bahwa posisi para pemegang saham jelas berbeda dari posisi seorang kreditor. Jika perusahaan tidak membayar bunga yang dijanjikan dan pokok kepada para kreditor, maka para kreditor dapat mengambil tindakan hukum untuk memaksa pembayaran dilakukan atau perusahaan dilikuidasi. Sebaliknya, para pemegang saham tidak mempunyai cara hukum untuk bertindak terhadap suatu perusahaan karena tidak membagikan laba. Hanya jika manajemen, dewan komisaris, atau keduanya terlibat dalam kecurangan maka para pemegang saham boleh mengadukan masalahnya ke pengadilan dan dapat memaksa per¬usahaan untuk membayar dividen. Baca lebih lanjut

Saham Preferen dan Penggunaan Dalam Perusahaan

Saham preferen yang tidak dapat dikonversi tidak digunakan secara luas sebagai sarana pembiayaan: hanya perusahaan-perusahaan jasa umum yang menggunakannya dengan suatu tingkat yang beraturan. Salah satu kelemahan penggunaannya adalah bahwa dividen saham preferen tidak dapat dikurangkan dalam penghitungan pajak. Dengan tarif pajak penghasilan 46 persen, biaya eksplisit dari saham preferen berkisar kira-kira dua kali lipat dari biaya obligasi. Bagi para investor perusahaan, saham preferen mungkin lebih menarik daripada obligasi karena 85 persen dari dividen yang diterima oleh perusahaan itu tidak kena pajak. Karena itu, kebanyakan saham preferen dijual dengan hasil pengembalian yang lebih rendah daripada obligasi perusahaan yang sama yang mengeluarkannya, meskipun prioritas haknya lebih rendah. Baca lebih lanjut