Prosedur dan Cara Mengajukan Kredit Usaha Rakyat

Kehadiran KUR atau Kredit Usaha Rakyat yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin menambah modal dalam memulai atau mengembangkan usaha kecil memang bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai bagaimana prosedur dan cara untuk mengajukannya jika mereka ingin mendapatkan kredit pembiayaan tersebut. Prosedur dan cara pengajuannya sendiri sebenarnya tidaklah sulit, namun sebelum mengajukan permohonan anda memang diharuskan mengurus terlebuh dahulu perizinan usaha ukm anda sebagai syarat untuk  permohonan pengajuan. Berikut ini merupakan penjelasan prosedur dan cara permohonan pengajuan yang bisa membantu menambah permodalan serta meningkatkan ekspansi usaha kecil anda.

Prosedur dan cara mengajukan KUR

Calon penerima Kredit Usaha Rakyat dapat secara langsung mengajukan kredit atau pembiayaan tersebut pada salah satu Bank pelaksana. Dapat juga melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor unit pelayanan serta kantor unit desa atau ke lembaga-lembaga yang terhubung (linkage yang bekerjasama) dengan bank, baik yang berada di Ibukota Provinsi, Kabupaten atau Kotamadya, Kecamatan, Kelurahan serta Desa tempat lokasi keberadaan ukm.

Calon penerima Kredit Usaha Rakyat yang sudah menunjuk salah satu Bank Pelaksana kemudian harus menyerahkan dokumen-dokumen pendukung sebagai persyaratan kredit atau pembiayaan seperti yang sudah ditetapkan oleh Bank yang ditunjuk tersebut, yaitu :

1.- Identitas diri calon penerima (KTP,Kartu Keluarga, Keterangan Domisili).
2.- Legalitas Usaha  (Akte Pendirian usaha).
3.- Data UsahaPerizinan Usaha  (SIUP, TDP, Izin gangguan HO, dan lain sebagainya).
4.- Laporan Keuangan Usaha.
5.- Proposal Usaha.
6.- Persyaratan lain yang mungkin ditambahkan sesuai ketentuan dari Bank Pelaksana.

Setelah menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan secara lengkap kepada pihak Bank Pelaksana, maka kemudian pihak Bank tersebut akan melakukan evaluasi terhadap usulan kredit atau pembiayaan yang sudah diajukan oleh calon penerima Kredit Usaha Rakyat. Dimana evaluasi ini merupakan penentu diterima atau tidaknya permohonan pengajuan. Dalam hal ini, keputusan pemberian terhadap kredit yang seperti yang sudah diajukan oleh ukm (calon penerima) sepenuhnya adalah menjadi kewenangan dari pihak Bank Pelaksana.

Iklan